<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/rss2full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" --><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>HypnoParenting.com - Pusat Terapi Keluarga</title>
	<link>http://www.hypnoparenting.com/id</link>
	<description>Pusat Terapi Keluarga</description>
	<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 02:44:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>
	<language>en</language>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/hypnoparentingcom" type="application/rss+xml" /><item>
		<title>Apa Yang Salah Dengan Diri Saya ?</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/162792650/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 03:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/menghadapi-anak-tertutup/</guid>
		<description><![CDATA[  Yth. Pak Aries
Anak saya 6.5 thn, kelas 1. Setiap hari di sekolah tugas yang diberikan gurunya hampir tidak pernah selesai. Setiap pulang sekolah harus saya temani di kelas untuk menyelesaikan catatannya.
Sebenarnya kalau menulis dia cukup cepat, hanya untuk mau mengerakkan tangannya untuk menulis sulit sekali. Otak-atik pensil, gosok2 buku (bukunya sering bolong disetip),goyang-goyang bangku, [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/daydream.jpg" alt="daydream.jpg" title="daydream.jpg" align="left" border="0" height="120" width="80" /><span class="e" id="q_1152dc3c0cfd1c2c_0">Yth. Pak Aries</span></p>
<p><span class="e" id="q_1152dc3c0cfd1c2c_0">Anak saya 6.5 thn, kelas 1. Setiap hari di sekolah tugas yang diberikan gurunya hampir tidak pernah selesai. Setiap pulang sekolah harus saya temani di kelas untuk menyelesaikan catatannya.<br />
</span><span class="e" id="q_1152dc3c0cfd1c2c_0">Sebenarnya kalau menulis dia cukup cepat, hanya untuk mau mengerakkan tangannya untuk menulis sulit sekali. Otak-atik pensil, gosok2 buku (bukunya sering bolong disetip),goyang-goyang bangku, melamun. Pokoknya ada saja.<br />
Saya merasa sudah sabar selama 2 bulan. Dan akhir2 ini saya sudah sangat sulit menahan emosi saya untuk tidak marah. Apalagi sekarang hampir setiap hari ulangan. Ulangan yang tidak selesai, tentu nilainya jelek. Ini memb</span><span class="e" id="q_1152dc3c0cfd1c2c_0">uat saya kesal, karena merasa harusnya dia bisa, tapi tidak mau menulis.<br />
Puncaknya kemarin, belajar pelajaran PKN untuk ulangan hari ini. Guru lesnya sudah mengajari 1.5 jam, lima agama, masing2 dengan tempat ibadah, pemuka agama, dan kitab suci. Tidak ada yang diingat. Saya lalu mengajari sendiri, sudah dengan hati kesal. Tapi, anaknya tidak bisa konsen. Saya jadi kalap, anak saya pukul.</span></p>
<p>Saya sendiri merasa ada yang salah dengan diri saya. Ada yang salah dengan cara saya. Pagi ini sebelum berangkat, saya katakan padanya, &#8216;Tidak peduli nilainya berapa, yang penting sudah berusaha. Mama tetap sayang&#8217;. Yah, saya sudah pasrah saja.<br />
Bagaimana caranya mengubah diri saya?</p>
<p>Terima kasih,<br />
An</p>
<p>Sincerely Yours,<br />
An</p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=54&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_54" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-yang-salah-dengan-diri-saya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengatasi Anak yang Tertutup dengan Orang Tua</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/149879824/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 01:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orang-tua/</guid>
		<description><![CDATA[  Yth. Bapak-bapak Ariesandi dan Sukarto,
Kami mendaftar sebagai anggota Parents Club pada tgl. 15 Agustus 2007. Harapan kami dapat menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak2.
Ada masalah dengan seorang anak kami yang ingin dikonsultasikan dengan bapak2. Mohon maaf surat ini agak panjang.
Anak kami yang kedua, seorang perempuan berumur 15 th baru masuk kelas I [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/girl2.jpg" alt="girl2.jpg" title="girl2.jpg" align="left" border="1" height="120" width="120" />Yth. Bapak-bapak Ariesandi dan Sukarto,</p>
<p>Kami mendaftar sebagai anggota <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/parents-club/" target="_blank" >Parents Club</a> pada tgl. 15 Agustus 2007. Harapan kami dapat menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak2.</p>
<p>Ada masalah dengan seorang anak kami yang ingin dikonsultasikan dengan bapak2. Mohon maaf surat ini agak panjang.</p>
<p>Anak kami yang kedua, seorang perempuan berumur 15 th baru masuk kelas I SMA Negeri di Jakarta. Anak ini sangat aktif dalam kegiatan fisik seperti olah raga dan menari. Tetapi sangat susah meluangkan waktu untuk pelajaran sekolah. Pada waktu masih sekolah di SMP, dia hanya belajar pada saat akan ujian. Prestasinya biasa2 saja.</p>
<p>Sejak beberapa bulan lalu, dia membentuk suatu community dengan teman2 yang dikenalnya melalui internet. Mereka adalah anak2 remaja, semuanya lelaki kecuali anak saya yang perempuan. Setiap Sabtu sore mereka berkumpul di suatu mal di Jakarta Selatan untuk membicarakan rencana kegiatan. Katanya mereka bermaksud menyelenggarakan suatu event pertunjukan musik. Kami tidak mengenal teman2nya karena anak kami tidak mau kami langsung berkomunikasi dengan mereka. Acara pertemuan mereka berlangsung sampai malam sekitar jam 20.00 dan anak kami tidak mau dijemput pulang, diantar oleh temannya sampai ke rumah dengan kendaraan umum. Jarak dari mal tsb ke rumah ditempuh minimum 1 jam perjalanan. Dalam diskusi dengan anak, kami melihat ada manfaat untuk dia ikut kegiatan itu; hanya kuatir karena dia anak perempuan dan pulangnya malam. Sebelumnya, dia dibatasi hanya boleh ikut sampai jam 17.00, tetapi dia protes. Menurutnya pembicaraan mereka belum selesai dan masih banyak yang dibahas.</p>
<p>Pada waktu mulai masuk sekolah pertengahan Juli lalu, anak kami menyatakan berhenti dari community nya. Kami sangat senang mendengar hal itu. Ternyata kemudian dia tidak jadi berhenti karena, katanya, semua teman2nya sangat mengharapkan dia ikut terus. Nampaknya dia bangga dengan peranannya dalam community itu dan tidak mau berhenti. Beberapa hari terakhir ini hubungan kami sebagai orang tua dengan dia semakin kurang baik.</p>
<p>Pada hari Sabtu tgl. 18 Agustus lalu, sekitar jam 14.00 dia pamitan menuju ke mal dengan naik angkutan umum. Dia membawa dua orang teman perempuan dari sekolahnya dan berjanji akan pulang jam 18.00. Karena belum pulang, pada jam 20.00 kami telpon. Katanya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Pada jam 21.30 dia mengirim sms dengan HP temannya mengatakan akan bermalam di rumah salah seorang teman sekolahnya dan akan pulang ke rumah esok pagi. Kami tidak bisa menghubungi dia karena HP nya tidak aktif. Sebenarnya kami tidak setuju dia menginap di rumah temannya, hanya tidak berdaya karena tidak dapat menghubungi.<br />
Pada hari Minggu tgl. 19 Agustus pagi kami datang ke rumah temannya, ternyata dia tidak ada di sana. Kata temannya, semalam dia pulang sendiri dan anak kami ke rumah teman perempuan yang baru dikenalnya di mal.<br />
Kami sangat bingung mencari anak yang tidak bisa dihubungi. Akhirnya pada siang hari, salah seorang temannya di community berhasil dihubungi. Anak kami mengirim sms kepadanya dan minta diantar ke rumah.<br />
Setelah sampai di rumah, anak kami tidak mau memberitahu dengan jelas apa yang telah terjadi. Teguran kami (tidak keras) membuatnya marah dan kemudian memutuskan menginap di rumah teman sekolahnya. Pada hari ini, Senin tgl. 20 Agustus dia masuk sekolah langsung dari rumah temannya.<br />
Kami berharap semoga sore ini setelah selesai sekolah dia langsung pulang ke rumah. Kami harus bersikap bagaimana kepadanya?</p>
<p>Bagaimana saran bapak-bapak atas masalah kami ini? Mungkinkah anak kami dapat disadarkan dengan hypnotherapist? Kami sangat kuatir dengan pergaulannya dan minatnya yang kurang pada pelajaran sekolah.</p>
<p>Sekali lagi kami mohon maaf atas surat yang panjang ini. Mudah2an dapat segera mendapat petunjuk dari bapak-bapak dan atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasi.</p>
<p>Hormat kami,</p>
<p>Bapak JLM dan Ibu SP</p>
<p>Anggota <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/parents-club/" target="_blank" >Parents Club</a> Jakarta</p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=53&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_53" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/mengatasi-anak-yang-tertutup-dengan-orang-tua/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Anak Saya Kurang Bisa Berkonsentrasi</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/139922468/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kurang-konsentrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 11:56:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kurang-konsentrasi/</guid>
		<description><![CDATA[  Kepada : Bpk Ariesandi dan Sukarto
Saya punya anak yang tingginya tidak ideal. artinya tidak sesuai dengan umurnya ( umurnya 7 thn, tingginya + 100 cm ) karena disekolah selalu dibilang cebol atau kecil tapi untuk hal ini saya tidak terlalu mengkhawatirkannya, karena untuk saat ini saya menganggap dia sudah bisa menerimanya kalau diejek temannya. [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/anak_belajar.jpg" alt="anak_belajar.jpg" title="anak_belajar.jpg" align="left" border="1" height="80" width="120" />Kepada : Bpk Ariesandi dan Sukarto<br />
Saya punya anak yang tingginya tidak ideal. artinya tidak sesuai dengan umurnya ( umurnya 7 thn, tingginya + 100 cm ) karena disekolah selalu dibilang cebol atau kecil tapi untuk hal ini saya tidak terlalu mengkhawatirkannya, karena untuk saat ini saya menganggap dia sudah bisa menerimanya kalau diejek temannya. tetapi yang saya khawatirkan saat ini karena semua guru mata pelajaran mengatakan bahwa anak saya konsentrasinya kurang sehingga banyak mata pelajaran yang kurang . Padahal mengenai IQ waktu di tes anak saya termasuk diatas rata2. Teman saya menyarankan saya untuk memberi vit untuk konsentrasi , apa itu perlu? kalau tidak apa solusi terbaik agar anak saya bisa konsentrasi dengan baik mohon jawabannya . Terimakasih</p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=50&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_50" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kurang-konsentrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kurang-konsentrasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Seminar Jakarta : Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/134431944/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-jakarta-rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 03:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seminar / Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-jakarta-rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/</guid>
		<description><![CDATA[  Orangtua, Pernahkah Anda Mengalami Hal Berikut :
* Anak Anda lebih suka main video game daripada belajar ?
* Anda sering kali harus memaksa dan mengingatkan Anak untuk belajar ?
* Anak Anda hanya bisa berkonsentrasi sebentar dalam belajar ?
Dengan dimulainya tahun ajaran baru, aktifitas belajar anak Anda kembali dimulai. Tidak saja anak yang mulai kembali belajar, [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/seminar/brosurjkt_s.jpg" alt="brosurjkt_s.jpg" title="brosurjkt_s.jpg" align="left" border="0" height="112" width="80" />Orangtua, Pernahkah Anda Mengalami Hal Berikut :</p>
<p>* Anak Anda lebih suka main video game daripada belajar ?<br />
* Anda sering kali harus memaksa dan mengingatkan Anak untuk belajar ?<br />
* Anak Anda hanya bisa berkonsentrasi sebentar dalam belajar ?</p>
<p>Dengan dimulainya tahun ajaran baru, aktifitas belajar anak Anda kembali dimulai. Tidak saja anak yang mulai kembali belajar, Orangtua juga perlu kembali belajar bagaimana cara menimbulkan motivasi belajar yang muncul dari dalam diri anak sendiri. Motivasi dari dalam diri anak tidak saja penting agar orangtuanya tidak perlu capek-capek memberi motivasi (atau paksaan) agar anak mau belajar (apakah Anda seperti itu ? <img src='http://www.hypnoparenting.com/id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> tetapi juga penting bagi anak itu sendiri dalam menjalani kehidupannya. Karena dengan membuat anak tetap senang belajar, dia akan mampu mengatasi tantangan hidup saat dia dewasa nanti.</p>
<p>Hadiri Seminar dari <strong>SEKOLAH ORANGTUA</strong> berjudul :</p>
<p><strong>RAHASIA MEMBUAT ANAK KETAGIHAN BELAJAR</strong></p>
<p>Dalam seminar ini Anda akan belajar :</p>
<ul>
<li>Apa yang membuat anak tidak suka belajar tetapi lebih suka bermain ?</li>
<li>Bagaimana membuat anak senang dengan proses belajar ?</li>
<li>Bagaimana cara belajar yang efektif sehingga anak tidak saja mendapat prestasi di sekolah tetapi juga prestasi dalam kehidupannya ?</li>
<li>Bagaimana cara agar anak Anda tetap senang belajar selamanya agar terus berkembang sehingga dapat sukses dalam kehidupannya ?</li>
<li>Apa Pondasi Terpenting bagi Kesuksesan Anak ?</li>
</ul>
<p>Seminar diadakan hari tanggal <strong>Sabtu, 1 September 2007</strong> di Hotel Peninsula, Merica I Room - Jakarta Barat. Pk 13.00 s/d 17.00</p>
<p>Pembicara :</p>
<p><strong>Ariesandi Setyono C.Ht</strong><br />
- Pakar Pendidikan Anak dan Keluarga<br />
- Master Terapis Orangtua dan Keluarga<br />
- Pendiri Franchise Pendidikan Mathe-magics<br />
- Pendiri Sekolah Orangtua dan Hypnoparenting<br />
- Penulis 4 Buku Laris</p>
<p><strong>Sukarto S.Kom dan C.Ht</strong><br />
- Master Terapis Orangtua dan Keluarga<br />
- Pendiri Sekolah Orangtua dan Hypnoparenting</p>
<p>Investasi seminar Rp 490.000,- dan dapatkan harga early bird Rp 390.000 untuk registrasi sebelum tanggal 17 Agustus 2007 dan dapatkan CD Terapi Hipnosis senilai Rp 100.000,- untuk 50 Pendaftar Pertama saja.</p>
<p>Fasilitas Peserta : Coffee Break dan Makalah Seminar</p>
<p>Tempat Terbatas, segera registrasi seminar melalui :</p>
<ul>
<li>Agus - (021) 980 22 618 atau 0817 682 0000</li>
<li>Juli - (021) 938 71 679 atau 0816 1653 179</li>
<li>Hindra - 0815 822 5298</li>
<li>Bapak Hindra - 0815 822 5298</li>
<li>Email : sinotif@sekolahorangtua.com</li>
</ul>
<p>Klik gambar di bawah ini untuk melihat brosur dari seminar ini.</p>
<p><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/seminar/brosurjkt.jpg" onclick="ps_imagemanager_popup(this.href,'brosurjkt.jpg','450','631');return false" onfocus="this.blur()" ><img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/seminar/.thumbs/.brosurjkt.jpg" alt="brosurjkt.jpg" title="brosurjkt.jpg" align="middle" border="0" height="96" width="68" /></a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=49&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_49" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-jakarta-rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/seminar-jakarta-rahasia-membuat-anak-ketagihan-belajar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Inikah nasib semua Ibu Rumah Tangga ?</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/132901519/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 06:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[  Sumber Cerita : Aku Baik-Baik Saja - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul  
Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman
Rumah berantakan, piring-piring kotor.
Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih !
Mobil tidak bersih, rambutku kusut,
Dan aku sudah membelanjakan [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/tired_mom.jpg" alt="tired_mom.jpg" title="tired_mom.jpg" align="left" border="1" height="124" width="120" /><em>Sumber Cerita : <strong>Aku Baik-Baik Saja </strong>- Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul  </em></p>
<p><em>Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman</em></p>
<p>Rumah berantakan, piring-piring kotor.<br />
Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih !<br />
Mobil tidak bersih, rambutku kusut,<br />
Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan.</p>
<p>Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok,<br />
Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai.<br />
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup,<br />
Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.</p>
<p>Aku mengaca dan apa yang kulihat ?<br />
Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku dulu yang cantik ?<br />
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.<br />
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.</p>
<p>Anak-anakku cepat menjadi besar,<br />
Aku merindukan masa kanak-kanak mereka yang hilang demi adu cepat itu.<br />
Aku bekerja dan membersihkan rumah dan memasak, dan aku berkata<br />
&#8220;Belajar dan bersihkan kamar kalian !&#8221; tak ada waktu untuk bermain.</p>
<p>Yah, entah mengapa, Tuhan memilih AKU untuk mengasuh tiga anak-anakNYA ini ?<br />
Aku hanya seorang manusia dan seorang ibu rumah tangga, tapi kenyataannya aku ini juga seorang sopir, koki, tukang kebun, guru, wasit dari pertengkaran anakku dan perawat yang pandai menyembuhkan luka.</p>
<p>Kadang-kadang, aku lupa bahwa jauh di dalam diriku,<br />
Ada seorang wanita dengan bermacam-macam perasaan dan tadi malam,<br />
wanita itu menangis.<br />
Dia lelah, kesepian dan merasa tidak dihargai.<br />
Dia ingin melihat bunga mekar dari biji yang ditanamnya.</p>
<p>Kemudian di tengah kekacauan dalam kecepatan y ang membingungkan,<br />
Anak-anakku memandangku  dan tepat ketika aku membutuhkannya,<br />
mereka berkata &#8220;Ibu, aku sayang ibu&#8221; dan &#8230; aku merasa BAIK-BAIK SAJA !</p>
<p><strong>Sukarto : </strong> seorang ibu seringkali merupakan super human di rumah karena begitu banyak yang harus dilakukannya, termasuk mengasuh tambahan satu anak lagi yang dipanggilnya <strong>suami</strong>. Seringkali sebagai seorang suami dan anak-anak, kita tidak menyadari bagaimana capeknya baik fisik maupun perasaan dari seorang ibu yang mengasuh anak-anak jaman sekarang yang penuh energi yang terus bergerak dan hanya diam setelah kehabisan energi yaitu tidur&#8230;.zzzz&#8230;zzz Dan di masa-masa kedamaian seperti itu, seorang ibu yang juga ingin istirahat seringkali harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan saat anak-anaknya bangun, seperti membersihkan dan merapikan rumah. Dan tidak lama saat makhluk kecil itu berenergi penuh lagi, rumah yang baru saja bersih, jadi seperti tidak pernah dibersihkan agghh &#8230;</p>
<p>Marilah kita bersama-sama menghargai ibu atau mama kita yang telah menjalani proses yang luar biasa dalam membesarkan kita. Say : I Love You Mom &#8230;. Dan untuk para suami, hargai juga peran istri Anda yang telah bekerja keras tetapi mungkin tidak pernah cerita ke Anda karena dia tidak ingin menambah beban pikiran Anda. Say : I Love You &#8230;</p>
<p><em>Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !</em></p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=48&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_48" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/inikah-nasib-semua-ibu-rumah-tangga/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bahasa Cinta Anak: Kata-kata Pendukung</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/132197012/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bahasa-cinta-anak-kata-kata-pendukung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 06:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bahasa-cinta-anak-kata-kata-pendukung/</guid>
		<description><![CDATA[  Seperti yang telah saya tulis di artikel sebelumnya Apa Bahasa Cinta Anak Anda ?  bahwa banyak sekali permasalahan anak yang terjadi saat ini disebabkan karena kurangnya perasaan dicintai alias tangki cinta anak kosong. Sebab utamanya memang perasaan kurang dicintai ini tetapi symptom atau akibat yang terjadi dari sebab utama ini munculnya bisa berbagai [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/momholdinghand.jpg" alt="momholdinghand.jpg" title="momholdinghand.jpg" align="left" border="1" height="80" width="120" />Seperti yang telah saya tulis di artikel sebelumnya <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-bahasa-cinta-anak-anda/" >Apa Bahasa Cinta Anak Anda ?</a>  bahwa banyak sekali permasalahan anak yang terjadi saat ini disebabkan karena kurangnya perasaan dicintai alias tangki cinta anak kosong. Sebab utamanya memang perasaan kurang dicintai ini tetapi symptom atau akibat yang terjadi dari sebab utama ini munculnya bisa berbagai perilaku aneh yang membuat orangtua bingung, seperti : anak tidak mau sekolah, anak tidak percaya diri, anak suka membantah atau melawan orangtua, anak sering berkelahi, anak nakal dan rewel sekali dan lain-lain. Kelihatannya tidak berhubungan bukan ?  Padahal sebab utamanya sama yaitu perasaan anak yang kurang dicintai atau tangki cintanya kosong. Oleh sebab itu saya mengajak orangtua yang membaca artikel ini untuk mengenali bahasa cinta anaknya dan mulai belajar mengisi tangki cinta anak anda. Anak yang tangki cintanya penuh adalah anak yang sangat manis dan berespon positif terhadap disiplin yang diajarkan orangtua. Sebelum saya jelaskan satu per satu bahasa cinta, ada beberapa prinsip yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu, yaitu :</p>
<ol>
<li>Anak Balita (0-5 tahun) sulit dapat diketahui bahasa cinta utamanya. Mereka masih membutuhkan seluruhnya, jadi berikan dan lakukan seluruh 5 bahasa cinta yang ada pada anak Anda.</li>
<li>Anak diatas 5 tahun walaupun membutuhkan seluruh bahasa cinta tetapi ada 1 atau 2 bahasa yang dominan. Jadi tidak berarti bila Anda mengetahui bahasa cinta anak anda, lalu Anda tidak perlu melakukan bahasa cinta yang lain.</li>
</ol>
<p>Ok, mari kita mulai membahas secara singkat satu per satu bahasa cinta anak. Kita mulai dengan yang pertama <strong>Kata-Kata Pendukung</strong>. Anak yang memiliki bahasa cinta kata-kata pendukung sangat merasa dicintai bila orangtua atau orang lain mengucapkan kata-kata positif yang meningkatkan harga dirinya. Anak akan tersenyum bahagia saat mendengar kata-kata yang menyenangkan ini. Secara garis besar, kata-kata pendukung yang berarti bagi anak yang bahasa cintanya kata-kata pendukung ini terdiri atas :</p>
<ol>
<li><strong>Kata-kata penuh kasih</strong> seperti &#8220;Mama sayang sekali dengan kamu&#8221;. Yang perlu diperhatikan adalah saat mengucapkan kata-kata penuh kasih perlu dilakukan dengan nada suara yang penuh kasih dan ketulusan. Karena kalau tidak, anak akan merasa orangtuanya hanya basa-basi atau tidak tulus.</li>
<li><strong>Kata-kata pujian.</strong> Berikan kata-kata pujian pada anak saat anak mencapai sebuah prestasi, sikap dan perilaku baik atau berhasil mengatasi suatu tantangan yang sulit baginya. Kita sebagai orangtua juga perlu bijaksana dalam memberikan</li>
<li><strong>Kata-kata yang membesarkan hati</strong>. Saat anak mengalami kegagalan, situasi yang sulit atau krisis percaya diri, kita sebagai orangtua sangatlah perlu memberikan kata-kata yang membesarkan hati atau membangkitkan semangat anak sehingga memberikan semangat dan keberanian bagi anak untuk menghadapi situasi sulit itu. Kata-kata seperti &#8220;Papa senang melihat caramu menghadapi kekalahan ini, karena dari kegagalanlah kita belajar untuk sukses&#8221; atau &#8220;Nak, kamu adalah seseorang yang berharga dan hebat di mata papa mama. Kamu pasti akan berhasil !&#8221; adalah kata-kata yang sangat berarti bagi seorang anak yang memiliki bahasa cinta Kata-kata Pendukung.</li>
<li><strong>Kata-kata Bimbingan</strong> ke anak adalah menjelaskan ke anak tentang nilai-nilai moral, etika dan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan. Bagi anak-anak yang memiliki bahasa cinta ini, kata-kata bimbingan yang disampaikan dengan tepat oleh orangtua, menyuarakan <em>Saya Peduli dan Sayang dengan Kamu</em>. Karena bagi anak ini, orangtualah pastilah sayang dengan dirinya, kalau tidak, mana mungkin mau repot-repot membimbing dan menasehati dirinya. Cara memberikan bimbingan perlu disesuaikan dengan umur anak sehingga anak tidak merasa sedang diceramahi orangtua. Kita sebaiknya memang perlu memastikan kita sebagai orangtua yang memasukkan nilai-nilai moral, etika dan nilai kebenaran dalam hidup anak karena jika tidak, bisa saja anak akan menerimanya dari orang lain yang bertentangan nilai hidupnya dengan kita. Dan perlu diingat, jangan membimbing dengan rasa marah atau kejengkelan karena anak akan menolak apapun yang kita sampaikan dan lain kali dia juga akan merasa seperti itu.</li>
</ol>
<p>Ada hal penting yang perlu Anda ketahui lagi yaitu jika anak Anda memiliki bahasa cinta kata-kata pendukung maka :</p>
<ul>
<li>Dia akan lebih sakit hati saat dimarahi, dikritik atau dikata-katain dengan kasar dibanding dengan anak yang memiliki bahasa cinta yang lain.</li>
<li>Sikap menyalahkan akan melukai semua anak tetapi akan lebih merusak pada anak yg bahasa cintanya Kata-kata Pendukung.</li>
</ul>
<p>Bagaimana solusi agar jangan sampai terjadi hal diatas ?</p>
<ul>
<li>Tidak ada jalan lain kecuali orangtua perlu meningkatkan kesadaran dirinya dan lebih sehat secara emosional sehingga mampu berespon lebih terkontrol dan bijaksana. Gunakan <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/2007/cd101-menjadi-orangtua-terbaik-bagi-anak-anda/" target="_blank" >CD terapi orangtua</a> jika diperlukan.</li>
<li>Dan jika Anda sudah terlanjur berkata-kata kasar atau bersikap menyalahkan pada anak ini, mintalah maaf pada anak. Hal itu sangat berarti bagi anak-anak yang memiliki kata-kata pendukung ini.</li>
</ul>
<p>Itulah penjelasan singkat tentang bahasa cinta kata-kata pendukung. Saya akan menulis tentang bahasa cinta yang lain di artikel berikutnya. Bila Anda ingin tahu bagaimana cara menentukan bahasa cinta anak Anda, Anda dapat membacanya di <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bagaimana-cara-mengetahui-bahasa-cinta-anak-saya/" >Bagaimana Cara Mengetahui Bahasa Cinta Anak Saya ?</a>.</p>
<p>Semoga penjelasan diatas bermanfaat dan membantu Anda menjadi orangtua yang terbaik bagi anak anda.</p>
<p><em>Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !</em></p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=46&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_46" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bahasa-cinta-anak-kata-kata-pendukung/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bahasa-cinta-anak-kata-kata-pendukung/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Mengetahui Bahasa Cinta Anak Saya ?</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/132195884/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bagaimana-cara-mengetahui-bahasa-cinta-anak-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 06:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bagaimana-cara-mengetahui-bahasa-cinta-anak-saya/</guid>
		<description><![CDATA[  Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya mengenai Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? dan penjelasan tentang masing-masing bahasa cinta yaitu Kata-kata Pendukung, Waktu Berkualitas, Sentuhan Fisik, Hadiah dan Layanan maka sekarang Anda tentu ingin tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui apa bahasa cinta anak anda bukan ? Di artikel ini Anda akan belajar [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/family2.jpg" alt="family2.jpg" title="family2.jpg" align="left" border="1" height="80" width="120" />Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya mengenai <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-bahasa-cinta-anak-anda/" target="_blank" >Apa Bahasa Cinta Anak Anda ?</a> dan penjelasan tentang masing-masing bahasa cinta yaitu <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bahasa-cinta-anak-kata-kata-pendukung/" >Kata-kata Pendukung</a>, Waktu Berkualitas, Sentuhan Fisik, Hadiah dan Layanan maka sekarang Anda tentu ingin tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui apa bahasa cinta anak anda bukan ? Di artikel ini Anda akan belajar beberapa cara untuk mengidentifikasi atau menentukan bahasa cinta utama dari anak anda. Walaupun anak senang bila kita melakukan kelima bahasa cinta padanya, tetapi anak Anda pasti mempunyai bahasa cinta utama dan kedua yang dominan. Nah itulah yang ingin kita identifikasi.</p>
<p>Yang penting perlu Anda ketahui adalah mempelajari bahasa cinta itu membutuhkan waktu, demikian pula untuk menentukan bahasa cinta anak anda, membutuhkan waktu pengamatan paling tidak 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Ok, jadi inilah cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui bahasa cinta utama anak anda.</p>
<ol>
<li><strong>Amati Cara Anak Mengungkapkan Cintanya ke Anda sebagai Orangtuanya.</strong> Anak kecil cenderung mengungkapkan cintanya dengan bahasa cinta yang paling diinginkannya. Apabila anak berusia 5 hingga 8 tahun sering mengucapkan kata-kata penghargaan seperti &#8220;Ibu, saya senang sekali dengan makan malamnya&#8221; atau &#8220;Ayah, terima kasih ya atas bantuannya mengerjakan PR ku&#8221; atau &#8220;Mama, saya sayang Mama&#8221;, Anda boleh menduga dengan tepat bahwa bahasa cinta utamanya adalah kata-kata pendukung.<br />
Metode identifikasi ini agak kurang efektif pada anak berusia 12 tahun keatas, terutama dengan mereka yang pernah berhasil memanipulasi yaitu anak mengetahui bahwa orangtua cenderung mengikuti kehendaknya bila dia mengucapkan kata-kata manis ke orangtuanya. Itu sebabnya metode ini paling baik digunakan pada anak berusia 5 hingga 10 tahun.</li>
<li><strong>Amati Cara Anak Mengungkapkan Cintanya kepada Orang Lain</strong>. Apabila anak kelas satu selalu ingin memberi gurunya sesuatu (dari keinginan anak sendiri, bukan suruhan kita sebagai orangtua), hal ini mungkin menandakan bahwa bahasa cinta utamanya adalah menerima hadiah. Seorang anak yang bahasa cintanya adalah hadiah, akan senang luar biasa sewaktu ia menerima hadiah dan ingin orang lain juga menikmati kesenangan yang sama.</li>
<li><strong>Mendengarkan Permintaan yang Paling Sering Diajukan Anak</strong>. Apabila anak anda seringkali mengajak Anda bermain dengannya, mengajak Anda berjalan-jalan bersama atau duduk dan membacakannya sebuah cerita, berarti ia sedang meminta waktu berkualitas. Apabila banyak permintaanya yang cocok dengan pola ini, kemungkinan besar bahasa cintanya adalah Waktu Berkualitas. Memang semua anak butuh perhatian dari orangtuanya, tetapi bagi anak yang bahasa cintanya adalah Waktu Berkualitas, jumlah permintaannya akan waktu bersama akan jauh lebih banyak daripada permintaan lain.<br />
Apabila anak anda terus-menerus meminta anda komentar tentang hasil kerjanya seperti &#8220;Menurut mama gambar buatan saya ini bagaimana ? bagus gak ?&#8221; atau &#8220;Ma, aku pakai baju ini tampak cantik gak ma ?&#8221;, mungkin bahasa cintanya adalah Kata-kata Pendukung. Memang semua anak membutuhkan dan menginginkan kata-kata seperti ini tetapi anak yang punya bahasa cinta kata-kata pendukung cenderung permintaan ini yang dominan.</li>
<li><strong>Perhatikan Keluhan yang Paling Sering Disampaikan oleh Anak</strong>. Jika anak sering mengeluh tidak menerima sesuatu dari orangtuanya seperti &#8220;Ibu / Ayah tidak pernah punya waktu buat saya&#8221; atau &#8220;Ibu selalu harus merawat bayi&#8221; atau &#8220;Kita tidak pernah pergi bersama-sama&#8221;, kemungkinan bahasa cintanya adalah Waktu Berkualitas. Kalau dia hanya sekali-sekali mengeluhkan kurangnya waktu bersama, memang tidak langsung berarti bahasa cintanya adalah waktu berkualitas. Setiap anak kadangkala memang lagi suka mengeluh, tetapi bila pola keluhannya konsisten, itu dapat menjadi petunjuk dari bahasa cintanya.</li>
<li><strong>Membiarkan Anak Memilih Satu dari Antara Dua</strong>. Anda bisa mengetahui bahasa cinta utama anak Anda dengan membuat dia memilih salah satu dari dua bahasa cinta. Sebagai contoh, seorang ayah mungkin berkata ke anaknya yang berusia sepuluh tahun &#8220;Budi, Ayah akan pulang lebih awal Kamis sore, kita bisa pergi mancing bersama atau membantumu memilih sepatu basket baru. Mana  yang kau sukai ?&#8221; Anak mempunyai pilihan di antara Waktu Berkualitas dan Hadiah. Seorang ibu bisa mengatakan kepada puterinya &#8220;Sore ini ibu punya waktu luang, kita bisa jalan-jalan bersama atau memperbaiki rok barumu. Mana yang lebih kau sukai ?&#8221; Pilihan ini jelas adalah antara waktu berkualitas dan layanan. Pilihan-pilihan ini bisa memberi petunjuk tentang bahasa cinta anak anda.<br />
Berikan beberapa pilihan selama beberapa minggu dan catatlah pilihan si anak. Apabila sebagaian besar pilihannya konsisten di salah satu bahasa cinta, kemungkinan besar Anda telah menemukan bahasa cinta anak Anda. Jika Anak anda tidak menginginkan kedua pilihan Anda, coba lagi dengan pilihan lain. Dengan waktu dan ketekunan, Anda akan menemukan pola yang konsisten ini.</li>
</ol>
<p>Itulah 5 metode / cara yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui bahasa cinta utama anak Anda. Dengan mengetahui bahasa cinta utama anak Anda, anda sebagai orangtua akan memiliki sebuah cara yang efektif dalam mengisi tangki cinta anak Anda.</p>
<p>Selamat menjadi orangtua yang menjadi pujaan anak anda !</p>
<p><em>Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !</em></p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=47&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_47" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bagaimana-cara-mengetahui-bahasa-cinta-anak-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/bagaimana-cara-mengetahui-bahasa-cinta-anak-saya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kenapa Anak Berprestasi Berubah Jadi Biasa-Biasa saja ?</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/132158482/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 03:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/</guid>
		<description><![CDATA[  Pak Ariesandi Yth.,
Saya, seorang ibu berumur 47 tahun mempunyai 2 orang putra (20 tahun &#38; 16 tahun). Pada tahun 2001 karena &#8220;tugas&#8221; Bapak pindah ke Batam, tinggal kami bertigadi Jakarta. Pada tahun 2006 giliran sang kakak &#8220;kuliah&#8221; di Bandung, sekarang tinggal kami berdua. Kakak pulang ke Jakarta 1 minggu 1 x, Bapak 1 bulan [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/momwithson.jpg" alt="momwithson.jpg" title="momwithson.jpg" align="left" border="1" height="85" width="120" />Pak Ariesandi Yth.,<br />
Saya, seorang ibu berumur 47 tahun mempunyai 2 orang putra (20 tahun &amp; 16 tahun). Pada tahun 2001 karena &#8220;tugas&#8221; Bapak pindah ke Batam, tinggal kami bertigadi Jakarta. Pada tahun 2006 giliran sang kakak &#8220;kuliah&#8221; di Bandung, sekarang tinggal kami berdua. Kakak pulang ke Jakarta 1 minggu 1 x, Bapak 1 bulan 1 x.</p>
<p>Mhn bantuan atas permasalahan yg saya hadapi.</p>
<p>Si bungsu, Andrew, kelas 1 SMA, pd waktu S.D. kelas 2 - 5 tidak pernah bermasalah dlm pelajaran dan sangat mandiri (belajar sendiri sejak SD kelas 3). Pelajaran paling yg disukai s/d saat ini adalah Matematika. Pada waktu kelas 1 SMP pernah ikut olympiade matematika, tapi hanya sampai dibabak penyisihan. Sewaktu SMP menjadi anak yang pendiam (sebelumnya &#8220;ceria&#8221;). Pelajaran di sekolah &#8220;biasa-biasa&#8221; saja. Saya sempat kaget beberapa waktu lalu, Andrew pernah nyeletuk, kalau diingat-ingat aku sempet kesel dengan temen-teman waktu kelas 6 (di St. Ursula). Rupanya peristiwa dijauhi sekelompok<br />
temen-teman perempuan (karena keringatnya bau selesai olahraga) membekas dihatinya.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan saya, apakah ini mempengaruhi &#8220;jiwa&#8221; Andrew,<br />
sekarang menjadi minder&amp;tidak percaya diri atau ada faktor lain?</p>
<p>Satu hal lagi yg membuat saya kewalahan, Andrew type anak penurut, apapun<br />
yang disuruh tidak pernah dibantah, tapi tidak pernah dilakukan.<br />
Contoh: pd waktu belajar, pegang buku, tapi tidak tahu pikirannya melayang<br />
kemana. Tambahan informasi, sejak tinggal berdua, saya overprotected terhadap<br />
Andrew.</p>
<p>Sejak ikut seminar di Bellagio, sebagaimana saran Bapak, saya sekarang<br />
sedang berusaha melepaskan Andrew agar melakukan pekerjaan rumah sendiri<br />
agar lebih bertanggung jawab. Saya juga melakukan hypnosleep tapi tidak<br />
pernah berhasil karena Andrew sangat peka, digoyang sedikit saja langsung<br />
bangun. Apa yg harus saya lakukan ?</p>
<p>Demikian, terima kasih atas jawaban Bapak</p>
<p>Pertanyaan dari : L.L<br />
Anggota <a href="http://www.hypnoparenting.com/programhc.php" target="_blank" >Parents Club</a> Jakarta</p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=45&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_45" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/kenapa-anak-berprestasi-berubah-jadi-biasa-biasa-saja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Apa Bahasa Cinta Anak Anda ?</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/130923549/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-bahasa-cinta-anak-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 23:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-bahasa-cinta-anak-anda/</guid>
		<description><![CDATA[  Manakah yang lebih penting menurut Anda : Orangtua yang merasa mencintai anaknya  atau Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?
Kalau Anda bingung, silakan baca kembali pertanyaan diatas   Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/clipart/love1.jpg" alt="love1.jpg" title="love1.jpg" align="left" height="103" width="120" />Manakah yang lebih penting menurut Anda : <strong>Orangtua yang merasa mencintai anaknya</strong>  atau <strong>Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?</strong></p>
<p>Kalau Anda bingung, silakan baca kembali pertanyaan diatas <img src='http://www.hypnoparenting.com/id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai bukan ? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya, sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya.</p>
<p>Anehnya, problem yang seringkali kami temui dalam sesi konsultasi adalah permasalahan yang sumbernya karena anak merasa tidak disayangi, tidak dicintai, tidak diterima oleh orangtuanya. Padahal saat bertemu orangtuanya, kami diyakinkan benar-benar bahwa dia sayang sekali dengan anaknya. Anda mungkin jadi bertanya, kalau begitu kenapa anaknya merasa tidak dicintai ? Kok aneh dan kenapa bisa terjadi seperti itu ? Anda percaya saja, kasus atau kejadian seperti ini banyak sekali terjadi dan bisa saja terjadi pada Anda. Dan dalam banyak kasus orangtua tidak tahu apa salahnya mereka dan bagaimana memperbaikinya.</p>
<p>Anda perlu tahu bahwa anak yang bermasalah dalam hidupnya seperti terlibat perkelahian, narkoba, tidak percaya diri, tidak bisa bergaul, mudah putus asa, tidak berani mencoba dan banyak permasalahan anak lainnya, sumbernya seringkali karena dia tidak merasa dicintai atau diterima oleh orang-orang terdekatnya terutama orangtua. Ada banyak permasalahan yang terjadi karena komunikasi antara orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik. Cara dan metode komunikasi yang bagus antara orangtua dan anak sangatlah penting bagi perkembangan diri si anak, salah satunya adalah dengan memahami bahasa cintanya.</p>
<p><img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/jepangvsindo.jpg" alt="jepangvsindo.jpg" title="jepangvsindo.jpg" align="left" border="1" height="168" width="200" />Setiap anak memiliki bahasa cintanya sendiri-sendiri. Kalau Anda belum pernah mendengar istilah bahasa cinta, saya berikan ilustrasi. Bayangkan Anda bertemu dengan orang Jepang yang tidak bisa bahasa Indonesia dan Anda juga tidak mengerti bahasa Jepang, mulailah saling berbicara hm..hm&#8230; Apakah kira-kira Anda atau orang asing itu bakalan mengerti ? Dan berapa lama Anda tahan berbicara dengan seseorang yang tidak mengerti apa yang Anda katakan ?</p>
<p>Itulah yang sering terjadi antara orangtua dengan anak yang mempunyai bahasa cinta yang berbeda. Keduanya tidak akan saling mengerti apa yang dimaksud dan akhirnya percakapan hanya berlangsung singkat karena masing-masing merasa percuma ngomong, toh gak akan ngerti juga.</p>
<p>Bahasa cinta seorang anak adalah sebuah cara komunikasi yang sesuai dengan anak agar dia benar-benar merasa dicintai. Kata kunci disini adalah <em>benar-benar </em>karena anak tahu sih orangtuanya sayang dengannya tetapi anak tidak benar-benar merasa dicintai. Ok, Anda jadi sekarang ingin tahu bahasa cinta itu apa saja sih ? Ada 5 bahasa cinta, setiap orang memiliki bahasa cinta yang dominan, sedangkan bahasa cinta yang lain adalah pendukung saja.</p>
<ol>
<li>Sentuhan Fisik : memberikan sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman di pipi, bermain yang melibatkan sentuhan fisik dan lain-lain.</li>
<li>Kata-kata Pendukung : kata-kata positif dan mendukung pada anak.</li>
<li>Waktu Berkualitas : melakukan aktifitas bersama dengan anak tanpa ada orang lain.</li>
<li>Hadiah : memberikan hadiah kesukaannya.</li>
<li>Layanan : melayani kebutuhan anak yang penting baginya.</li>
</ol>
<p>Walaupun saya sudah menjelaskan secara detil mengenai bahasa cinta ini di <a href="http://www.hypnoparenting.com/id/2007/dvd502-tangki-cinta-anak/" >DVD Tangki Cinta Anak</a> Saya akan menjelaskan bahasa cinta ini satu per satu lebih detil dalam artikel-artikel berikutnya.</p>
<p>Saat Anda mengetahui bahasa cinta anak anda, Anda bisa berkomunikasi sesuai dengan bahasa cinta tersebut dan Anak Anda akan benar-benar merasa dicintai. Anak yang merasa dicintai akan meningkatkan harga dirinya, kepercayaan diri juga meningkat, anak lebih ceria dan hubungannya dengan orangtua jauh lebih berkualitas. Bukankah itu semua yang kita mau ?</p>
<p>Semoga Anda semua menjadi orangtua yang terbaik bagi anak anda..</p>
<p><em>Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !</em></p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=44&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_44" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-bahasa-cinta-anak-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/apa-bahasa-cinta-anak-anda/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Impian dan Teladan Seorang Ayah</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/hypnoparentingcom/~3/130778967/</link>
		<comments>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/impian-dan-teladan-seorang-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 05:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hypnoparenting.com/id/2007/impian-dan-teladan-seorang-ayah/</guid>
		<description><![CDATA[  Sumber Cerita : Botol Acar - Buku Chicken Soup for the Parent&#8217;s Soul  
Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah - Will Rogers

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum [...] ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://www.hypnoparenting.com/id/wp-content/uploads/artikel/withson2.jpg" alt="withson2.jpg" title="withson2.jpg" align="left" border="1" height="110" width="120" /><em>Sumber Cerita : <strong>Botol Acar </strong>- Buku Chicken Soup for the Parent&#8217;s Soul  </em></p>
<p><em>Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah - Will Rogers<br />
</em></p>
<p>Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.</p>
<p>Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. &#8220;Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu.&#8221; Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. &#8220;Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.&#8221;.</p>
<p>Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. &#8220;Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi.&#8221;</p>
<p>Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. &#8220;Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter,&#8221; katanya. &#8220;Kau pasti bisa kuliah. ayah jamin.&#8221;</p>
<p>Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.</p>
<p>Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.</p>
<p>Setelah menikah, kuceritakan kepada susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. &#8220;Kalau kau sudah tamat kuliah,&#8221; katanya dengan mata berkilat-kilat, &#8220;kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau.&#8221;</p>
<p>Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menagis lirih. Kemudian susan mengambilnya dari pelukan Ayah. &#8220;Mungkin popoknya basah,&#8221; kata susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.</p>
<p>Susan kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. &#8220;Lihat,&#8221; katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.</p>
<p>Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan . Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.</p>
<p><strong>Sukarto : </strong>Sebuah cerita yang luar biasa bukan ? Inilah sebuah cerita yang menunjukkan besarnya cinta seorang ayah ke anaknya agar anaknya memperoleh nasib yang jauh lebih baik dari dirinya. Tetapi dalam prosesnya, Ayah ini tidak saja menunjukkan cintanya pada anaknya tetapi juga menunjukkan sesuatu yang sangat berharga yaitu pelajaran tentang impian, tekad, teladan seorang ayah, disiplin dan pantang menyerah. Saya percaya anaknya belajar semua itu walaupun ayahnya mungkin tidak pernah menjelaskan semua itu karena anak belajar jauh lebih banyak dari melihat tingkah laku orangtuanya dibanding apa yang dikatakan orangtuanya. Semoga cerita ini menginspirasi bagi kita semua.</p>
<p><em>Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !</em></p>
<p class="akst_link"><a href="http://www.hypnoparenting.com/id/?p=43&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_43" class="akst_share_link" rel="nofollow" >Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/impian-dan-teladan-seorang-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.hypnoparenting.com/id/2007/impian-dan-teladan-seorang-ayah/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
