« Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? | Home | Bagaimana Cara Mengetahui Bahasa Cinta Anak Saya ? »
Kenapa Anak Berprestasi Berubah Jadi Biasa-Biasa saja ?
Oleh Admin | July 10, 2007
Pak Ariesandi Yth.,
Saya, seorang ibu berumur 47 tahun mempunyai 2 orang putra (20 tahun & 16 tahun). Pada tahun 2001 karena “tugas” Bapak pindah ke Batam, tinggal kami bertigadi Jakarta. Pada tahun 2006 giliran sang kakak “kuliah” di Bandung, sekarang tinggal kami berdua. Kakak pulang ke Jakarta 1 minggu 1 x, Bapak 1 bulan 1 x.
Mhn bantuan atas permasalahan yg saya hadapi.
Si bungsu, Andrew, kelas 1 SMA, pd waktu S.D. kelas 2 - 5 tidak pernah bermasalah dlm pelajaran dan sangat mandiri (belajar sendiri sejak SD kelas 3). Pelajaran paling yg disukai s/d saat ini adalah Matematika. Pada waktu kelas 1 SMP pernah ikut olympiade matematika, tapi hanya sampai dibabak penyisihan. Sewaktu SMP menjadi anak yang pendiam (sebelumnya “ceria”). Pelajaran di sekolah “biasa-biasa” saja. Saya sempat kaget beberapa waktu lalu, Andrew pernah nyeletuk, kalau diingat-ingat aku sempet kesel dengan temen-teman waktu kelas 6 (di St. Ursula). Rupanya peristiwa dijauhi sekelompok
temen-teman perempuan (karena keringatnya bau selesai olahraga) membekas dihatinya.
Yang menjadi pertanyaan saya, apakah ini mempengaruhi “jiwa” Andrew,
sekarang menjadi minder&tidak percaya diri atau ada faktor lain?
Satu hal lagi yg membuat saya kewalahan, Andrew type anak penurut, apapun
yang disuruh tidak pernah dibantah, tapi tidak pernah dilakukan.
Contoh: pd waktu belajar, pegang buku, tapi tidak tahu pikirannya melayang
kemana. Tambahan informasi, sejak tinggal berdua, saya overprotected terhadap
Andrew.
Sejak ikut seminar di Bellagio, sebagaimana saran Bapak, saya sekarang
sedang berusaha melepaskan Andrew agar melakukan pekerjaan rumah sendiri
agar lebih bertanggung jawab. Saya juga melakukan hypnosleep tapi tidak
pernah berhasil karena Andrew sangat peka, digoyang sedikit saja langsung
bangun. Apa yg harus saya lakukan ?
Demikian, terima kasih atas jawaban Bapak
Pertanyaan dari : L.L
Anggota Parents Club Jakarta
Topics: Tanya Jawab |


July 12th, 2007 at 12:55 am
Ibu yang baik,
Saya ikut merasakan kebingungan Ibu. Apa yang dialami anak Ibu memang bisa jadi disebabkan oleh perlakuan yang diterima dari rekan-rekan wanitanya saat itu. Untuk menghilangkan muatan emosi negatif yang timbul karena masalah ini memang perlu terapi. Sewaktu saya nanti ke Jakarta jika memungkinkan saya akan berusaha sediakan waktu untuk bantu sebisa mungkin, jika anak Ibu mau. Memang harusnya dilakukan terapi dengan 2 - 3 sesi untuk kasus seperti ini.
Salam hangat dari Hypnoparenting Team.