« Mama Papaku Mantan Preman ? | Home | Anak Belajar dari Kehidupan untuk Membentuk Dirinya »

Edukasi Pikiran Bawah Sadar Anak

Oleh ariesandi | January 29, 2007

trainingkids7.jpgKita semua tahu bahwa manusia mempunyai dua macam bentuk pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.

Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu juga disimpan di sini. Memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar.

Pernahkah anda perhatikan seorang anak kecil yang akan tidur dan selalu mencari bantal ”kumal” kesayangannya ? Darimanakah pikiran ini muncul dalam benaknya ? Siapakah yang mengendalikannya ? Itulah hasil kerja pikiran bawah sadar.

Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir sembilan puluh persen pemikiran dan tindakan kita. Ingin contoh nyata ? Baiklah, bayangkan tiba-tiba di depan anda saat ini, pada jarak kurang lebih 3 meter, anda melihat sekelebat bayangan yang mirip seperti bentuk ular. Anda menajamkan pandangan untuk melihat lebih jelas dan ternyata …… memang benar …. itu ular kobra yang tampaknya kelaparan. Tubuhnya yang sebesar paha orang dewasa bergerak lambat namun pasti. Suaranya mendesis membuat bulu kuduk berdiri, pandangan matanya sangat bengis dan gigi taringnya mencuat keluar disertai lidahnya yang menjulur-julur siap menerkam apapun yang bisa membuatnya kenyang. Apa yang akan anda lakukan ?

Yaa …. hampir sebagian besar dari kita akan memutuskan untuk lari. Ooops maaf jika anda wanita, anda akan berteriak dulu, bukan ? Baru setelah itu lari. Mengapa ? Karena sebagian besar dari kita tidak pernah tahu bagaimana menaklukkan kobra. Bahkan seandainya tahupun kita lebih baik lari dan mencari bantuan daripada melawannya bukan ?

Bagaimana jika seandainya anda dari kecil sudah diberitahu bahwa kobra itu mendatangkan rejeki. Orangtua anda mengatakan bahwa rumah yang ditempati sekarang adalah hasil dari berjualan kobra. Apakah anda akan lari jika menemui kobra di depan anda ? Tidak bukan ! Anda pasti berpikir ” wah ini rejeki, tanpa dicari muncul di depan mata ”.

Apa yang membedakan situasi di atas ? Yang membedakan adalah program pikiran yang ada dalam pikiran kita. Program tersebut mengendap dalam bawah sadar dan akan terpicu keluar oleh suatu kejadian tertentu. Ada banyak sekali program di dalam bawah sadar kita. Pernahkah anda memperhatikan program seperti apa yang masuk dalam pikiran kita setiap harinya ?

Pikiran bawah tidak bisa menolak apapun yang anda masukkan melalui kelima panca indera anda. Bahkan hal-hal yang tidak anda perhatikan secara sadar akan terekam dalam pikiran bawah sadar.

Bagaimana dengan anak-anak kita ? Kebanyakan orangtua sekarang sibuk memberikan ’makanan’ pada ’pikiran’ sadar anaknya. Anak usia 3 tahun – 4 tahun sudah dibawa pergi ke tempat les bahasa inggris, les mandarin, les menulis, membaca dan lain sebagainya.

Mereka mengatakan itu sudah tuntutan jaman. Oh ya…. jaman yang mana ? Dan tuntutan seperti apa persisnya ? Pernahkah anda secara serius memikirkan apa yang sebenarnya dituntut oleh anak-anak kita ? Dan apa yang sebenarnya dituntut oleh sebuah kehidupan sukses ?

Marilah kita lihat sekeliling kita, ada banyak orang yang menguasai bahasa Inggris dengan bagus ( apalagi di Inggris dan Amrik sono ) tetapi tidak punya pekerjaan. Dan ada banyak orang juga yang hanya lulusan SMU dan kurang bisa bahasa Inggris tetapi sukses luar biasa ! Ada banyak sarjana S1, S2 bahkan S3 yang hidupnya biasa-biasa saja.

Apakah artinya itu ? Itu semua artinya adalah netral. Kesemuanya itu adalah variabel. Variabel bisa bernilai benar ataupun salah. Seperti x + 2 = 5 akan benar jika x diganti dengan angka 3 dan akan salah jika x diganti dengan angka 4 atau 8. Bahasa Inggris, Mandarin, gelar sarjana, IQ tinggi, masuk sekolah top dan nilai IP tinggi adalah variabel. Tidak menjamin 100% hidup akan sukses !

Lalu apa yang menjadi variabel tetap ? Apakah ada ? Tentunya ada. Lihatlah kehidupan ratusan milyuner dalam dan luar negri, pelajarilah dan tariklah kesimpulan adakah variabel tetapnya ?

Satu hal pasti yang dimiliki oleh mereka semua adalah konsep diri sehat. Di manakah konsep diri sehat ini tersimpan ? Dalam pikiran bawah sadar.

Inilah yang harus kita jaga dalam diri setiap anak. Dengan konsep diri sehat hampir semua hal dapat dilakukan oleh seorang anak yang tumbuh menjadi dewasa. Jika kita berbicara konsep diri sehat kita bicara diri ideal sehat, citra diri sehat dan harga diri sehat. Dan jika kita bicara tiga hal ini kita bicara seorang yang memiliki impian, yang bersedia mewujudkannya dalam kehidupan nyata dengan apapun yang ada di tangannya. Kita bicara mengenai semangat tinggi, keyakinan dan kepercayaan positif, kreativitas tanpa henti, keuletan, keberanian menempuh perjalanan hidup, ketegaran seorang manusia dan kemampuan untuk mempelajari apapun juga yang diperlukan untuk sebuah kesuksesan !!

Apakah konsep diri positif ini bisa dikondisikan ? Ya !!! Anda bisa menciptakan kondisi yang mendukung. Caranya adalah dengan memahami bagaimana konsep diri ini tertanam dalam pikiran bawah sadar. Konsep diri tertanam dalam pikiran bawah sadar melalui pengulangan, pengalaman, tradisi dan model dari figur yang memiliki otoritas di mata anak.

Perhatikanlah apa yang berulang kali anda lakukan, ucapkan dan pikirkan terhadap anak-anak. Itulah yang nantinya akan membentuk mereka. Dari bahan dasar ini mereka akan mengembangkan diri mereka melalui pergaulan dengan lingkungan.

Mengapa bayi 1 tahun belajar berdiri dan berjalan ? Karena sejak ia bisa menggunakan matanya ia melihat orang-orang di sekitarnya berdiri ditopang kedua kaki dan berjalan. Cobalah anda bayangkan bagaimana jika sang bayi hanya melihat orang merangkak sejak ia bisa menggunakan matanya untuk melihat.

Sejauh apakah pengaruh program pikiran bawah sadar ? Program pikiran bawah sadar akan menentukan sukses tidaknya kehidupan seseorang. Dengan cara lain bisa dikatakan kehidupan yang dijalani seseorang adalah perwujudan dari program yang ada di bawah sadarnya dalam tingkat tertentu.

Pastikan bahwa tindakan / perlakuan dan ucapan / perkataan anda ke anak-anak mempunyai pengaruh yang positif bagi perkembangan dirinya. Karena itulah yang akan membentuk dirinya kelak.

Topics: Artikel |

26 Responses to “Edukasi Pikiran Bawah Sadar Anak”

  1. sandra mungliandy INDONESIA Says:
    April 16th, 2007 at 6:12 pm

    pak Aries, bagaimana dengan orangtua yang ternyata konsep dirinya jelek. anaknya kan bisa tertular. saya pikir, orangtuanya dulu yagn harus dibenahi supaya anaknya juga tertular konsep diri yang sehat. thx u

  2. agustinus INDONESIA Says:
    April 25th, 2007 at 11:37 am

    Pak Aries & Pak Sukarto

    Setiap orangtua pasti menginginkan sesuatu yg baik untuk anaknya. Namun kadang dirinya sendiri tidak dapat menjadi panutan. Kalau kondisinya demikian, apa yg harus dilakukan? Terima kasih.

  3. yanti INDONESIA Says:
    May 6th, 2007 at 11:01 am

    Pak Aries,

    Banyak contoh anak2 yang sangat manis dihadapan orang tuanya akan tetapi diluar berperilaku berbeda. Karena pada dasarnya setiap manusia secara pribadi mempunyai rasa, karya dan karsa yang tentunya bisa tidak terpengaruh oleh orang lain, terus peran orang tua yang bagaimana yang sebaiknya dilakukan sehingga bisa sinergi dengan perkembangan anak tersebut.

  4. Imelda Says:
    May 9th, 2007 at 7:34 pm

    hi,

    ada setujunya jg seh…dari contoh di atas having mandarin, english course kan…trus kalo pada umumnya teman2 anak kita uda bisa but anak kita…apa itu ntar nya ga bikin anak minder ya? tks a lot

  5. susan INDONESIA Says:
    July 20th, 2007 at 9:59 pm

    mungkin saya salah satu orang yang sudah sedikit bisa mengaktifkan pikiran bawah sadar, karena dulu waktu sekolah/kuliah nilai2 saya tidak pernah bagus, tetapi saat ini hidup saya jauh lebih mendingan dibanding dengan teman-teman yang dulu IP nya super, malah saya sering diledeki sebagai pemimpi/tukang khayal karena terlalu banyak ide dan obsesi yang alhamdulillah meski jungkir balik akhirnya beberapa mulai terwujud, semoga menginspirasi banyak orang

  6. ariesandi INDONESIA Says:
    July 23rd, 2007 at 6:20 am

    dear all,
    orangtua adalah akar pohon bagi anaknya. anak adalah buahnya. bagaimana mungkin buahnya bisa baik jika akarnya tidak mampu menyerap nutrisi dan menyalurkannya dengan baik. Jika ini yang terjadi sebaiknya memang orangtua harus belajar memperluas wawasan guna meningkatkan kesadaran diri dan kontrol diri. Anak adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir ia tidak mampu ini dan itu, nakal dll maka hal ini akan termanifestasi dalam tindakan kita. Demikian juga jika kita berpikir sebaliknya.
    Menganggapi pertanyaan ibu Imelda selama kita mengisi tangki cinta anak dengan penuh maka ia akan sanggup mengatasi segala tantangan yang ada di luar dirinya. Lihat DVD Tangki Cinta.
    salam hangat

  7. Any Herawati INDONESIA Says:
    August 18th, 2007 at 7:57 am

    Saya ingin mempelajari lebih mendalam mengenai menanamkan pikiran bawah sadar anak. Terutama untuk mengatasi problem anak saya yang sering merasa teramat sangat panik menghadapi tugas sekolah dan ulangan ataupun test/kuis walaupun hasil akhirnya selalu bagus. Mohon saran

  8. ariesandi INDONESIA Says:
    August 18th, 2007 at 11:57 am

    Halo Ibu Any Herawati,
    Permasalahan anak Ibu bisa jadi bersumber dari tekanan yang diterimanya dari luar. Kecemasan anak Ibu mungkin berasal dari :
    - tekanan yang Ibu lakukan padanya untuk tidak boleh berbuat salah (bisa Ibu lakukan secara sadar maupun tidak sadar)
    - tekanan dari sekolah / guru yang mengharuskan anak mendapatkan nilai tertentu. Jika tidak maka anak menjalani proses hukuman
    - tekanan dari lingkungan / teman untuk berkompetisi
    Hal ini mengandung resiko baik dan buruk. Resiko baiknya adalah dalam kadar tertentu kompetisi dan sikap untuk mengerjakan sesuatu dengan baik sangat berguna untuk memacu motivasi. Resiko buruknya adalah jika anak mempunyai tipe kepribadian yang tidak suka tantangan (melankolis / phlegmatis) maka ini akan menyebabkan tekanan dan kecemasan tinggi. Akhirnya dia bertindak atas dasar motivasi dari luar. Anak ini tidak menjadi dirinya sendiri. Tindakannya dilakukan untuk memuaskan orang lain. Oleh karena itu peran orangtua dalam menyikapi hal ini sangat penting. Orangtua harus bijaksana dan mengerti betul bagaimana jika harus memotivasi anak. Setiap anak adalah individu yang unik dan spesial. Satu cara yang berhasil untuk seorang anak tidak bisa digunakan dengan hasil sama untuk anak lainnya. Beberapa hal penting yang perlu dilakukan :
    - Pahami tipe kepribadian anak dan tipe sugestibilitas anak sehingga kita mengerti celah-celah untuk memotivasi anak
    - Pahami bagaimana harus berkomunikasi yang baik sehingga pesan yang kita sampaikan tidak mengalami penyimpangan makna ketika
    diterima anak.
    Salam hangat selalu dari team SekolahOrangtua.com

  9. Irene ruslim INDONESIA Says:
    August 29th, 2007 at 1:17 am

    Saya tau website ini dari seorang teman yg pernah memesan vcd gratis hypnoparenting yg diiklankan di suatu majalah. Saya sangat tertarik sekali. Bahkan saya merasa bpk Ariesandi harusnya datang ke kota saya utk memberikan seminar. Itu akan membantu utk memperbaiki cara pendidikan org tua pd anak. Saya yakin para ortu akan menyambut dg antusias. Thanks.

  10. Edy suryadi INDONESIA Says:
    September 5th, 2007 at 1:48 pm

    Pak Aris, bagaimana cara mengedukasi pikiran bawah sadar anak usia dua tahun yg baru sedikit paham maksud dan ucapan kita

  11. sukarto INDONESIA Says:
    September 11th, 2007 at 8:32 am

    Bu Irene,
    kalau boleh tahu tinggal dimana bu Irene ? Kami terbuka untuk mengadakan seminar di kota-kota yang memang membutuhkannya. Silakan hubungi cs@sekolahorangtua.com untuk mekanisme mengadakan seminar.

    terima kasih.

  12. Hartono K INDONESIA Says:
    September 27th, 2007 at 11:08 am

    saya sangat tertarik dengan hypnoparenting ini. saya diberitahukan oleh istri saya tentang website ini,dan kami sudah menonton VCD singkatnya.
    Yang ingin saya tanyakan, Kenapa hypnoparenting tidak mengadakan seminar di kota saya yaitu kota Padang. Kebetulan saya salah satu pemilik kursus untuk anak2, saya yakin orang tua akan senang mendapatkan pengetahuan tentang cara mendidik anak ini. ini sesuatu yang patut dipertimbangkan mengingat bahwa ilmu itu harus dibagikan. benarkan pak? thank you!!

  13. Lusy Mardiani,SPd INDONESIA Says:
    September 28th, 2007 at 10:09 am

    menurut saya minimal kita sdh memberikan cara yg menurut kita baik untuk perlembanagna nak kita nantinya..jaman semakin maju kalo anak2 yg lain bisa belajar b inggris misalnya masa anak kita cuma bermain2 saja..ketinggalan dong nantinya..! saya sih melihatnya dari mana kita bisa meraba sisi sebelah mana yg anak perlukan..kalo perlu belajar b inggris dan anak suka..ya kenapa tidak kita ikut sertakan..begitupun kalo anak senang berenang..ya ok2 saja dia ikut kursus berenang..! Dilihat mana banyak nilai postifnya dan si anak suka atau tidak dengan pilihannya itu..!terima kasih

  14. nevi INDONESIA Says:
    October 12th, 2007 at 2:07 pm

    setelah membaca sy sadar bahwa apa yang selama ini sy lakukan terhadap anak sy ternyata keliru, sy ingin memperbaiki walaupun sy tau perlu waktu. thanks. saya kira tim Hypno perlu adakan seminar di kota saya di Ambon, akan sangat bermanfaat bg para ortu dikota saya, apalagi setelah terlepas dari kerusuhan, perkembangan Anak2 pastilah tdk maksimal ini sebuah tantangan!

  15. husni INDONESIA Says:
    October 16th, 2007 at 3:13 pm

    Al-Hamdulillah, saya sungguh tercerahkan dengan sajian ini, terima kasih Pak Aries

  16. ira INDONESIA Says:
    November 8th, 2007 at 11:25 pm

    saya sudah membaca bukunya tapi Vcdnya belum.. dimana ya saaya bisa mendapatkan.. maaf saya baru mengenal metoda ini.. klo ingin ikut pelatihan dimna, berapa biayanya..
    Terima kasih

  17. rina INDONESIA Says:
    November 23rd, 2007 at 4:18 am

    Pak Aries,

    apakah program edukasi pikiran bawah sadar anak bisa dibantu menggunakan hypnosleep?

    Saya sudah mencoba untuk melakukan hypnosleep pada anak bungsu saya yang berusia 4 tahun, yang terjadi justru penolakan, dan dia menangis keras. Sedangkan hypnosleep yang saya lakukan pada anak sulung saya, usia 6.5 terjadi sebaliknya, dia justru mengulangi statement yang saya programkan.
    Apakah ada yang salah dengan mengisi pikiran bawah sadar dua anak saya ini ? Mohon jawaban, terimakasih,

    Rina

  18. Ariesandi INDONESIA Says:
    November 29th, 2007 at 12:11 am

    dear ibu rina,

    Program reedukasi pikiran bawah sadar bisa dibantu dengan menggunakan hypnosleep. Jika masih ada penolakan dari anak walalupun dia dalam keadaan hipnosis berarti program terlalu kuat. Yang harus dilakukan adalah edukasi secara sadar lebih dahulu. Setelah itu katakan pada anak “nanti waktu kamu tidur Mama bantu supaya jadi anak yang baik ya ? Mau kan?” atau kata-kata semacam itu. Intinya adalah memberitahu pikiran bawah sadar terlebih dahulu agar kenal dan mengerti apa yang akan terjadi.
    Jika pada saat melakukan hipnosleep anak mengulanginya lagi tak masalah. Silakan lanjut terus sampai terjadi suatu perubahan.

    salam hangat dari team hypnoparenting.com
    ariesandi

  19. Ega INDONESIA Says:
    December 3rd, 2007 at 8:16 am

    Pa’ Aries

    Bagaimana caranya untuk melakukan hypnosleep pada anak yg berumur 7 thn dan apa yg harus saya lakukan (katakan pada saat melakukan hypnosleep) terima kasih

  20. Rina DH INDONESIA Says:
    December 3rd, 2007 at 4:33 pm

    Pak Aries, bisakah metode hipnosleep ini di terapkan pada anak saya yang menderita disleksia ? Anak saya berumur 11 tahun dan sudah 2 tahun ini menjalani terapi (obat-obatan) dari psikiater. Hasil dari terapi itu sendiri tidak terlalu banyak membantu perkembangan dia. Terimakasih

  21. evi INDONESIA Says:
    December 5th, 2007 at 2:06 pm

    Pa’ Aries,
    Bagaimana dengan anak batita yang masih belum begitu mengerti bahasa verbal? Apakah kita juga bisa menerapkan hypnosleep?

  22. felicita INDONESIA Says:
    December 8th, 2007 at 12:15 pm

    Pak Aries,
    Saya mencoba melakukan reedukasi pikiran bawah sadar pada anak saya yg berumur 3 th seperi yang Bapak ajarkan melalui buku Hypnoparenting. Beberapa bulan ini, ia makan selalu diemut jadi yg masuk hanya sedikit. Kalimat yg saya sampaikan spt ini : “Mulai sekarang dan seterusnya, kamu suka makan apa saja, mengunyah dan cepat menelan. Sudah saya coba selama 3 hari ini, tapi kok belum ada perubahan ya Pak. Apa mungkin kalimat saya keliru ya? Terima kasih sebelumnya

  23. Erny INDONESIA Says:
    December 19th, 2007 at 7:32 pm

    Pak Ariesandi,putri saya hampir 9 tahun,nilai-nilainya selalu bagus, tapi dia gampang sekali menyerah terhadap sesuatu yang bersifat menantang contohnya jika di sekolahnya “captain” atau ketua kelas selalu diganti tiap minggu,jika dia jadi captain dan teman-temannya tidak mau menuruti perintahnya dan selalu ribut,dia langsung menangis dan memukul-mukul dirinya sendiri,apa yang harus saya lakukan?terima kasih

  24. linda QATAR Says:
    December 24th, 2007 at 1:52 pm

    kalau membaca artikel tsb sepertinya pengaruh dari orang tua terhadap anak adalah 100%,bagaimana dengan sifat bawaan dari anak itu sendiri dan pengaruh dari lingkungan?yang juga mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak.Trims atas artikelnya, banyak hal2 baru yang saya dapatkan.

  25. ariesandi INDONESIA Says:
    December 31st, 2007 at 9:03 am

    dear megawati,
    terima kasih atas pertanyaannya, penjelasan mengenai hypnosleep sangat panjang melalui email, silakan lihat buku saya berjudul “hypnoparenting” yang diterbitkan Gramedia. Bisa didapatkan di toko2 buku terdekat.
    salam hangat dari team sekolahorangtua.com
    ariesandi

  26. Ariesandi INDONESIA Says:
    January 23rd, 2008 at 9:01 am

    dear Ibu Rina,
    Silakan coba Hypnosleep ini Bu, tidak ada salahnya dan murah meriah. Cukup sediakan waktu dan pelajari teknis detailnya di artikel terbaru di sekolahorangtua.com

    Salam hangat dari team sekolahorangtua.com