« Edukasi Pikiran Bawah Sadar Anak | Home | CD101 - Menjadi Orangtua Terbaik bagi Anak Anda »
Anak Belajar dari Kehidupan untuk Membentuk Dirinya
Oleh ariesandi | January 29, 2007
Reaksi Anda akan Menentukan Sikap dan Perilaku Anak. Anak merupakan cermin dari perilaku orangtuanya, jadi saat membaca point-point di bawah ini, ingat-ingatlah apakah Anda sebagai orangtua ingin memberikan contoh yang baik atau contoh yang buruk pada anak Anda
- Anda suka mengritik maka anak Anda akan belajar mengutuk dan berkeluh kesah
- Anda suka menciptakan suasana permusuhan maka anak Anda akan belajar berseteru
- Anda suka menakuti maka anak Anda akan belajar hidup prihatin dan tak berani berbuat sesuatu
- Anda suka mengasihani anak maka anak Anda akan belajar mengasihani diri sendiri
- Anda suka mencemooh maka anak akan belajar menjadi pemalu
- Anda suka mencemburui maka anak akan belajar iri hati
- Anda suka mempermalukan anak maka ia akan belajar merasa bersalah
- Anda suka mendorong maka ia akan belajar percaya diri
- Anda suka mentoleransi maka mereka akan belajar sabar
- Anda suka memuji maka mereka akan belajar menghargai
- Anda menerima anak apa adanya mereka akan belajar mengasihi
- Anda mendukung anak maka mereka akan menyukai diri mereka sendiri
- Anda mengakui mereka maka mereka akan belajar untuk mempunyai sasaran
- Anda suka berbagi maka mereka akan belajar bermurah hati
- Anak dibiasakan jujur maka mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya
- Anak merasakan keadilan maka mereka akan belajar bersikap adil
- Anak banyak merasakan kemurahan dan pertimbangan maka mereka akan belajar menghormati
- Anak merasa tenteram maka mereka akan belajar percaya pada diri sendiri dan orang di sekelilingnya
- Anak merasakan persahabatan maka mereka akan belajar bahwa dunia ini menyenangkan
Pastikan Anak Anda belajar hal-hal yang baik dari Anda dan Kehidupan di sekelilingnya.
Topics: Artikel |


April 25th, 2007 at 11:44 am
Pak Aries & Pak Sukarto
Sudut pandang orang tua dan anak sering berbeda. Anak kadang menginginkan sesuatu dg jalan menangis. Sikap orang tua yang benar bagaimana ? Setahu saya sikap yang diambil oleh orang tua bisa marah, bisa mendiamkan saja anaknya menangis, atau menuruti keinginan anak supaya cepat diam. Yg mana yg benar atau Bapak punya solusi lain?
Terima kasih.
July 13th, 2007 at 8:31 pm
Saya ingin sharing kepada Bp. Agustinus ttg kebiasaan anak-anak menginginkan sesuatu dengan cara menangis. Saya sangat sebal bila anak-anak meminta sesuatu dengan cara merengek. maka ketika mereka meminta sesuatu, bila itu tidak mahal dan dalam batas wajar, saya memberinya. Tetapi bila saya anggap harganya terlalu mahal atau akan mubazir, saya tidak akan memberinya. Atau saya beri tetapi ada suatu usaha dulu bagi mereka untuk mendapatkannya. Saya berusaha tidak terpancing emosi dengan rengekan mereka. Saya katakan pada anak saya, tanpa menangis atau merengek, ibu tau apa yang kamu inginkan tetapi untuk saat sekarang tidak bisa, kamu harus belajar bersabar. Mungkin karena saya sering pakai cara itu, lama-lama anak-anak hapal bahwa dengan menangis atau merengek, tidak akan banyak berguna.Mudah-mudahan sharing ini membantu ya ?!
August 11th, 2007 at 10:20 am
Anak saya, umur 3,5 tahun punya kebiasaan bangun siang ( pagi2 bangun sebentar, pindah tidur, terus tidur lagi sampai jam 8 pagi). Yang aneh, kalo pagi hari sepertinya dia sangat tidak suka sama saya. Kalau saya dekati, apalagi dibangunkan dia marah-marah, yang dicari selalu ibunya. Bagaimana bisa begitu yaa?
October 6th, 2007 at 10:56 am
sifat anak saya tdk pernah mendendam..padahal kalo dipikir2 saya ortunya dendaman..tapi koq gak nurun ya ama anak saya..Dia pernah digigit 4x, disabet dadanya pake benda tajam hingga berdarah dan dipukul berkali2 oleh teman sebayanya..dan anak saya tetap welcome terhadap anak ‘beringas’ tersebut.Sementara saya sih udah alergi lihat anak ‘beringas’ itu.Gimana tuh pak..???
October 6th, 2007 at 12:33 pm
Berat memang, tapi itulah mengapa dalam agama Islam dikatakan “surga ada di telapak kaki ibu”. Karena itu juga ketika ada sahabat Nabi Muhammad yang bertanya , “Kepada siapa saya mesti berbakti ?” dijawab oleh Nabi, ” Kepada ibumu.” Ketika ditanyakan kepada siapa lagi, dijawab “Kepada ibumu.” dan jawaban ini diulang sampai 3 kali, baru yang keempat dikatakan “Kepada Ayahmu.”
Terima kasih Ibu.
October 8th, 2007 at 11:03 am
saya setuju, setiap sesuatu pasti ada sebab & akibat. dan cenderung anak selalu mencotoh & mendapatkan efek dari perilaku orang tuanya. maka berhati-hatilah dalam bersikap.
Terima atas saran yang berikan dalam persoalan ini.
October 9th, 2007 at 7:53 pm
saya tertarik dengan hypnoparenting ini, tapi bukunya susah saya dpatkan ya?atau memang edisinya terbatas, terimakasih atas atention2 yg di kasih, semoga bermanfaat untuk semua dan tidak terlambat saya menerapkannya.
November 22nd, 2007 at 8:58 am
Untuk bk.Agustinus, menurut saya kalo anak menginginkan sesuatu dgn cara menangis, kita hrs beritau dia kalo mau minta sesuatu tdk dgn cara menangis dan bila dia tetap menangis, jangan didiamkan saja, tp digendong dan dipeluk, tapi tetap kita tdk berikan apa yg dia mau..Jadi anak tetap merasa bahwa dia disayang dan lama kelamaan dia akan tau bahwa menangis tidak membantu untuk mendapatkan sesuatu. Sekarang anak saya kalo mau minta sesuatu dan tidak saya kabulkan dia akan bertanya”saya harus gimana mam, supaya bs dapet mainan itu?”Semoga membantu.
November 23rd, 2007 at 10:18 am
Sepertinya saya pernah membaca artikel seperti ini. Cuma kira-kira bunyinya seperti ini :
Jika anak dibesarkan dengan … maka dia belajar …
December 30th, 2007 at 3:25 pm
Rasanya saya selalu bersikap adil sama anak2,yang besar 5th dan yang kecil 3 th,baik secara materi (beliin mainan) maupun kasih sayang tapi kenapa kakaknya selalu ngiri ke adiknya,kalau adiknya lagi ga ada atau masih tidur sikapnya baik sekali,tapi kalau adiknya ada sepertinya dia kepengen berantem terus sama adiknya..kenapa ya?saya sering bingung menghadapinya.trims
January 4th, 2008 at 8:28 am
dear Ibu Linda,
untuk memahami permasalahan tersebut kita harus mengetahui Tangki Cinta seorang anak dan cara mengisinya dengan bahasa cinta yang tepat. Jika tangki cinta seorang anak penuh maka ia akan bersikap baik dan mudah diajak kerjasama (diatur). SAtu kabar baik bagi Ibu bahwa materi tentang Tangki Cinta sudah bisa didapatkan DVD nya.
salam hangat dari team sekolahorangtua.com
January 4th, 2008 at 9:42 am
Anak saya,laki2, kelas 1 sd,6.5 thn, dikomplain walikelasnya krn tidak bisa duduk manis untuk jangka waktu yg lama,bila disuruh mencatat atau mengerjakan latihan jarang diselesaikan dan catatannya juga tidak rapi, bila bosan dia sering bercanda di kelas, sehingga teman2nya ikutan tidak serius,hasil rapornya kemarin dia nomor dua dari terakhir krn dibawah rata2 kelas..tapi tidak ada yg merah, rata2 masih 75, tp walikelasnya tdk merasa puas, menurutnya anak sy mengganggu konsentrasi kelasnya,dan lagi menurutnya bila dia sedikit saja bisa konsentrasi dia bisa mengalahkan semua teman2nya, krn kemampuannya sebenarnya jauh diatas rata rata..tapi walaupun dia tdk suka diam, dia bisa dikendalikan dan tdk pernah merusak apapun..dan dia sgt supel, punya banyak teman,tidak memilih2 teman dan disukai teman2nya, untuk memperbaiki sikap belajarnya saya ikutkan dia kumon,juga ekskulnya saya pilihkan karate (kebetulan jg dia suka, dan dia mendapat nilai A) agar dia berlatih disiplin.. dan ada perubahan positif cuma agak lamban,rasanya wajar ya..namanya juga proses,..tapi walikelas kayaknya belum puas bahkan dia hendak membawa anak sy ke psikolog sekolah untuk disurvey..gimana ya? apa ada ortu yg bisa sharing? saya pernah bertanya pada anak sy..apakah dia suka bersekolah disana..dia jawab senang..dia anak yg cekatan,ceria dan ramah, tp memang selalu hrs diingatkan krn suka buru2,suka mencoba segala sesuatu tapi juga cepat bosan..bila dinasehati dia mendengarkan dan meminta maaf bila salah..dipatuhi sebentar lalu ddilanggar lagi..saya tidak perduli dgn ranking..tapi sy juga ga mau kalau dia tertinggal di kelasnya..takut berpengaruh pada rasa percaya dirinya..
January 4th, 2008 at 2:57 pm
dear ibu yulida,
dari cerita Ibu yang sekilas (apalagi saya belum lihat langsung sang anak) saya akan mencoba membantu memberikan saran. Sepertinya anak Ibu memiliki gaya belajar kinestetik dengan kepribadian yang terbuka. Untuk tipe seperti ini memang gaya belajar yang cocok adalah gaya belajar yang tidak mengekang / memberikan kebebasan yang terkontrol dan terarah. Untuk penanganan di kelas seharusnya guru mengerti mengenai gaya belajar dan kepribadian anak Ibu dan bertindak untuk memahaminya. Saya tidak yakin apakah gurunya mengerti sampai sedalam itu mengingat tugasnya sudah sangat banyak.
Jadi pada intinya anak Ibu tidak bermasalah, hanya orang lain perlu memahaminya dengan lebih baik sesuai dengan tipe kepribadiannya dan gaya belajarnya.
Selain itu untuk mendukung itu semua Ibu di rumah perlu memperhatikan tangki cintanya dengan cara mengisinya melalui bahasa cinta yang tepat. Jika tidak maka Ibu bisa jadi sudah merasa memperhatikannya namun si anak tidak bisa merasakan apa yang Ibu berikan. Seperti seseorang yang hanya menguasai bahasa Indonesia berbicara kepada seseorang yang hanya menguasai bahasa Indian. Tidak nyambung.
Berbagai masalah anak seringkali berkaitan dengan kurang penuhnya tangki cinta. Tangki cinta yg penuh membuat seorang anak mudah diatur dan bekerja sama serta berperilaku baik.
Penjelasan detail mengenai kepribadian dan gaya belajar serta tangki cinta tersebut bisa didapatkan dalam materi Parents Club SekolahOrangtua. Informasi keanggotaan bisa didapat dengan kirim email ke cs@sekolahorangtua.com
salam hangat dari team sekolahorangtua.com
January 7th, 2008 at 1:03 pm
Bpk Aries yth,
trims atas tanggapan yang bpk berikan,…saya ingin sekali memiliki DVD tsb tapi dimana saya bisa mendapatkannya?saya berdomisili di luar negeri..rencana cuti ke indonesia insya Alloh bln Maret.